The little Japanese girl is a Hyukjae fan :)
She had a sign that said “Leeteuk Oppa, Eunhyuk Oppa. Thank you. I’ll cheer for you in the future. I love you.“
The little Japanese girl is a Hyukjae fan :)
She had a sign that said “Leeteuk Oppa, Eunhyuk Oppa. Thank you. I’ll cheer for you in the future. I love you.“
Beberapa hari yang lalu saya pulang dari kampus ke kosan naik angkot kalapa-dago. Berhubung saat itu udah menjelang maghrib, saya pikir simpang dago bakal macet panjang (biasanya menjelang maghrib macetnya bisa sampai pom bensin petronas atau puteran depan grande). Anehnya, antrian lampu merah saat itu cuma sampai belokan Jalan Dayang Sumbi.
Ternyata, di pasar simpang, tepatnya di sepanjang jalan setelah Mc Donald’s Simpang Dago sampai beberapa meter sebelum Bank Jabar ada polisi yang berjaga. Tujuannya supaya angkot-angkot nggak ngetem di sepanjang pasar simpang dan angkot yang mau berhenti menurunkan penumpangnya berhenti agak kedepan. Maklum, angkot-angkot yang suka berhenti sembarangan dan ngetem di pasar simpang memang salah satu penyebab macet di sepanjang jalan dago. Kalau di jam-jam biasa angkot-angkot itu ngetem mungkin dampaknya nggak separah saat menit-menit menjelang maghrib, karena volume kendaraan yang tentunya jauh berbeda.
Nah, ironisnya mbak-mbak atau teteh-teteh yang seangkot sama saya malah ngedumel pas angkot saya terpaksa berhenti agak kedepan biar mereka bisa turun… Bahkan sampe ngedumel tentang polisi-polisi itu yang bikin mereka turun agak jauh dari tujuannya. Padahal beda sepuluh meter aja nggak :| kurang-lebih cuma lima meter lah.Saya antara kesel sama mbak-mbak nya, kok gak terima kasih sama pak polisinya yang bikin jalanan menuju simpang gak semacet biasanya, dan kasihan sama pak polisinya. Giliran macet gak ada polisi, dibilang polisinya gabut. Tapi giliran jalanan lancar karena ada polisi yang ngatur, dibilang nyebelin cuma karena mereka harus jalan beberapa meter.
Sore ini, saya baca artikel di website suatu surat kabar lokal. Artikelnya memberitakan beberapa outlet McD di Australia didenda ratusan juta rupiah karena melanggar peraturan kebersihan, misalnya ada serangga dalam makanan yang disajikan. Kalau nonton NatGeo atau Discovery Channel atau Animal Planet, sepertinya di Australia memang banyak serangganya. Di dalam sepatu yang diletakkan di depan rumah besoknya bisa udah ada kalajengking atau laba-laba di dalamnya. Mungkin karena inilah pemerintah Australia begitu ketat dengan peraturan kebersihan untuk restoran-restorannya.
Eh, pas baca komentar-komentar dibawahnya….banyak yang malah komentar kira-kira seperti “untung di Indonesia tidak ada peraturan seperti ini! Kalau nggak, rugi lah semua restoran/pedagang makanan disini!” Waduh…kok malah begini ya mikirnya…Saya sih bukannya sok bersih/eksklusif…tapi kalau nonton investigasi yang tentang makanan-makanan yang dipalsukan dan berbahaya karena pakai bahan-bahan busuk/berbahaya kok saya malah berharap pemerintah disini bisa setegas itu ya menindak oknum-oknum yang ‘meracuni’ langganannya dengan bahan baku berbahan kimia berbahaya/bahan baku yang udah busuk/bahan baku palsu…
Hmmmmm…kapan mau maju ini? :|
Forgiveness.
It really is a beautiful thing.
Well,a few weeks ago,something made a stir in my heart. No,it was not something cheesy,in fact, it was hurtful. It was that feeling when you do something good,but some people just ignore it,or too focused on themselves.
I know they were hurt,but they’re just too focused on themselves that they failed to notice that they ignore what I’ve done,and that they hurt me more when they told me that they were hurt that time.
I felt a slight anger,and even considering to stay away from them for a while,to consort my feelings. But then, life’s too short to dwell on bad things like this,right? You’ll never know when will you be separated from the people you know…
So I decide to forgive,even when I never said to them that I was hurt (it was one of my flaws actually, I can’t seem to say what I really feel). Just forgive and move on. Some things are said and done without clear thinking, and some are said and done because of the current emotions. Or maybe I was missing some points they tried to show me but no,it was not only me who was actually hurt by what they’ve done.But I still convince myself that they’re are kind,they were just hurt.Too hurt to notice their surroundings.And until today,I’m still very sure that they’re great people.
But that’s the difference,I forgive and move on. That other person dwell on disappointment and anger. I hope by know, that person already forgive them and move on too.I believe that other person is also kind,and will forgive them eventually.
Then I realize,when you dwell on disappointment and anger,you’ll miss some great and lovely memories to wash that disappointment and anger away.When you are hurt,forgive and create good memories with them.If they are really good people,I’m sure it won’t be too hard to experience new,great memories with them.
They already gave those great memories to me.
They prove me—without thinking of doing it—that they are kind,great people.
And that I won’t ever regret the decision to forgive them. :)
“A drop in the ocean
a change in the weather
I was praying that you and me
might end up together…
It’s like wishin’ for rain as I stand in the desert
But I’m holding you closer than most
‘Cause you are my heaven…”
No, I’m not broken-hearted, it’s just me listening to this song in the middle of the night and thinking that this song’s lyrics is nice :D
Anyways,it’s titled ‘A Drop in the Ocean’ by Ron Pope…heard it on TVD Season 3 premiere episode…Love the piano composition :)
I was bored and decided to re-read some random pages of Lord of the Rings, book one. And I’m still fascinated by the author’s (J.R.R. Tolkien) writing style. True, I sometimes get confused for there are too many songs or poets in the book, but it’s still beautifully described.
This is one of the poet written :
“All that is gold does not glitter,
Not all those who wander are lost;
The old that is strong does not wither,
Deep roots are not reached by the frost.
From the ashes a fire shall be woken,
A light from the shadows shall spring;
Renewed shall be blade that was broken:
The crownless again shall be king.”
And this is some part of a song written :
“A king he was on carven throne
In many-pillared halls of stone
With golden roof and silver floor,
And runes of power upon the door.
The light of sun and star and moon
In shining lamps of crystal hewn
Undimmed by cloud or shade of night
There shone for ever fair and bright.”
I was so random, I know :P
he’s still a cutie with dark brown or blonde hair now… *pinch his cheeks* ^-^
credits as tagged and @AllRiseSilverThese are my favourite DBSK’s live performance (most of them are ballad songs)…My favourite singers in DBSK are Junsu and Jaejoong, they harmonize so well!
1. Love In The Ice (Japanese Ver.), at Soul Power Tokyo Summit 07
The breath-taking part is from 3:20
2. Bolero, at Music Fair
This one has a SUPER COOL stage :D it’s in Japan, btw. My favourite part is from 1:45 onwards, especially Jaejoong’s high note at 2:15 *____*
3. Begin, My Little Princess, Hug, & Whatever They Say (Acappella Medley)
The beginning was from their concert’s video footage, but they sang live nonetheless..My favourite is the second song, My Little Princess
4. Wasurenaide
This is one of my favourite songs from DBSK…a very soothing song in Japanese. Jaejoong composed this song :) what a talented (and handsome) man there! :D
5. Rainy Night
This is Junsu’s solo…the song’s also in Japanese
credits to the uploaders
too bad they’re separated now… :’( but still, they’re great singers and performers :)
PS. to those who are wondering which ones are junsu and jaejoong, junsu has a high-pitch and squeaky voice, often stood on the far-left. Jaejoong’s the one with clear,one-of-a-kind voice,mostly stood/sat in the middle. They often use this formation : junsu-yoochun-jaejoong-changmin-yunho dkw :|
(di food court sebuah mall di bandung, setelah adzan maghrib pertanda saatnya buka puasa berkumandang)
mas2 : (ngerokok di food court yg ber-AC)
saya : (melemparkan pandangan sinis)
untungnya ada satpam yang datang dan menegur mas2 tersebut…
satpam : maaf pak,disini tidak boleh merokok,kalo merokok disediakan ruangan di atas…
mas2 : oh gitu ya,wah saya gak tau… (sambil menurunkan/menyembunyikan rokoknya ke bawah kursinya)
(setelah satpam pergi…)
mas2 : (kembali menghisap rokoknya)
saya : (kembali melemparkan pandangan sinis yg sudah dimodifikasi jadi lebih sinis lagi >:( )
mas2 : (ngomong sama mbak2 yg sama dia)
mbak2 : (balikin badan ngeliatin saya)
dan untungnya setelah itu mereka pindah ketempat yg diperbolehkan merokok…
Masa harus diawasin terus sih supaya mau taat aturan? Kapan mau maju mas? Silahkan ngerokok,tapi jangan bikin saya ngisep asep rokoknya situ,ga usah ngajak saya ngebakar paru2 saya…
Semoga saya bisa tetap mengingatkan tanpa harus melepas amarah, apalagi di bulan Ramadhan >.<
Belakangan ini, KP di kantor sering banget saya ngantuk, makanya, biar agak seger pagi-pagi, saya biasakan baca berita di website seperti kompas.com , detik.com , vivanews.com , atau headlines di yahoo.com
Pagi ini ada artikel di yahoo.com yang menarik perhatian saya, http://id.berita.yahoo.com/tony-blair-saya-baca-al-quran-setiap-hari-033000023.html dengan judul Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari.
Wah, jujur saja, waktu saya membaca artikel ini, saya pun sedikit “tersentil”…Jika seorang non-muslim bisa membaca Al Qur’an setiap hari, mengapa saya sebagai seorang muslim belum bisa melakukannya? (walaupun mungkin yang dibaca Tony Blair adalah versi terjemahan, bukan dalam bahasa Arab). Komentar di bawahnya pun cukup banyak. Tentunya ada komentar yang membangun dan ada juga yang justru memicu pertengkaran, bahkan dengan kata-kata yang tidak etis. Tapi terlepas dari komentar-komentar itu dan jujur tidaknya pernyataan beliau (tentunya sebagai muslim saya berharap bahwa beliau benar-benar membaca Al Quran), ada komentar yang menarik di artikel tersebut :
Di kampung asal saya mayoritas agamanya Katolik,dari kecil kami diajarkan untuk menghormati agama islam sebagai kebenaran yang lain..dan sebagai saudara kami. saya teringat ketika saya SD (sekolah katolik yg hampir semua murid di situ beragama katolik… ) kami disuruh oleh guru sekolah kami, untuk mengumpulkan batu2 seukuran yang kami mampu. guna membangun sebuah masjid kecil untuk beberapa keluarga Muslim di situ… sya teringat juga ketika pada tahun 2000..saat beberapa wilayah di negara kita, terserang wabah perang SARA…. pada waktu itu adalah malam lebaran. kami sangat heran ketika itu, karena tidak seprti biasanya malam itu sangat sepi..tidak seperti malam lebaran sebelum2nya yang ramai dengan pawai2an khas lebaran… beberapa pemuda Katolik tergerak hatinya untuk menanyakan hal ini pada salah seorang tokoh Islam di situ…Ternyata alasan umat Muslim tidak melakukan pawai,karena berkaitan maraknya pemboman gereja di Jakarta dan sekitarnya waktu itu….jadi mereka takut mungkin bkal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan….saya teringat sekali waktu itu, salah seorang pemuda katolik berkata kepada tokoh Muslim itu:
” Malam ini harus ada pawai, kami yang menjaga keamanannya, siapa yag berani melawan kami”
Demikianlah malam itu terjadi pawai malam lebaran yang cukup meriah.. yang peserta pawainya hampir 70% persen orang Katolik…. plus anggota keamanannya..hehehehehe
(Komentar ini dipost oleh user Lako Nage)
Jujur, saya tersentuh dengan cerita ini. Saya yakin masih banyak cerita-cerita seperti ini yang terjadi, baik antara umat katolik-muslim dan sebaliknya, ataupun dengan umat-umat beragama lainnya. Yang sayangnya tertutupi oleh kebencian dan kekerasan antara umat beragama yang satu dengan yang lain.
“Bagimu agamamu dan untukku agamaku.” (Terjemah Q.S. Al Kaafiruun : 6) dan Rasulullah pun tidak pernah menyerang musuhnya sebelum diserang. Umat beragama lain yang tinggal di wilayah pemerintahan Islam juga diperbolehkan tetap menganut agamanya dan beribadah menurut agamanya masing-masing.
Sungguh miris melihat sekarang agama seringkali dijadikan alasan untuk menyerang penganut agama yang satu dengan penganut agama yang lain…Padahal,damai itu lebih indah kan? ;)